
Secara umum yang kita ketahui, sederhan berarti tidak berlebihan, hidup sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, secukupnya dan tidak foya - foya. Sederhana juga bisa disebut sebagai jiwa sederhana yang berarti meskipun kaya harta dan memiliki banyak uang tetapi memiliki gaya hidup yang sederhana atau tidak berlebihan. Manusia yang memiliki jiwa hidup sederhana tidak akan pernah merasa kekurangan dan mengeluh, karena itu lihan mereka untuk menjalani kehidupan. Tidak semua mampu dan kuat menjalani kehidupan di dunia dengan kesederhanaan.
Kata sederhana yang akan saya bahas pada tulisan saya kali ini yaitu terkait dengan jiwa sederhana, artinya meskipun hidup dengan kemewahan tapi sikap dan gayanya tetap sederhana tidak berlebihan. Sederhana juga bisa diartikan melakukan segak urusan sesuai dengan bagian dann tugas masing - masing dengan fokus dan sungguh - sungguh. sebagai contoh seorang murid memiliki kewajiban untuk belajar, ketika ia belajar dengan sungguh - sungguh maka ia akan memperoleh keberhasilan, tetapi ketika seorang murid lebih memilih untuk bekerja mencari uang maka ia tidak akan sukses karena belum waktunya dan tempatnya untuk bekerja.
Seseorang yang memiliki jiwa sederhana akan lebih mudah untuk meraih kesuksesan, akan lebih terbuka jalannya untuk meraih keberhasilan, karena mereka bersungguh - sungguh melakukan kewajibannya sesuai dengan kondisi dirinya. Seseorang yang berjiwa sederhana akan mudah untuk mengendalikan dirinya agar tidak berbuat sesuatu yang menyimpang dan melanggar norma.
Dalam ilmu agama kesederhanaan bisa diartikan sebagai zuhud, yaitu berusaha untuk meninggalkan segala macam keduniaan dan hanya berfokus kepada Allah dan akhirat. Mereka berjuang keras untuk tidak memasukkan dalam hatinya hal - hal yang berkaitan dengan dunia, berbuat pekerjaan yang bisa membawa manfaat dan keuntungan untuk masa depan akhiratnya serta menjalankan kehidupannya sesuai dengan orientasi tujuan diciptakannya manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah (Adz Dzariyat 56).
Orang yang memiliki jiwa sederhana tidak mudah putus asa atau menyerah. Mereka akan terus berbuat dan bergerak semaksimal mungkin dengan diiringi tawakkal atau berserah diri kepada Allah, sehingga mereka percaya pada segala ketentuan dan rencana Allah yang dengan itu akan membuat dirinya kuat dengan segala terjal kasar jalan perjuangan. Mereka tidak berambisi negatif untuk meraih sesuatu tetapi mereka berusaha dan percaya bahwa segalanya ada hasilnya sesuai dengan porsi usahanya.
Pondok Pesantren hadir untuk membentuk mental dan jiwa tersebut diatas, para santri dididik untuk memiliki jiwa sederhana sebagai cara untuk menyiapkan mereka menghadapi perjuangan dimasa yang akan datang yang pastinya itu lebih berat dari saat ini. Mereka disiapkan untuk memiliki mental dalam menghadapi realita kehidupan masa depan yang tidak semuanya indah dan sesuai harapan dan rencana.


