Jumat, 29 Mei 2026

Hari Kesetiaan

Hari Kesetiaan

By M. Wahyu Sampurno, S.Ak              

    Manusia merupakan makhluk tuhan dimuka bumi yang paling sempurna, Allah menciptakan manusia dengan banyak kelebihan yang mendukung manusia dalam beribadah. Allah ciptakan manusia dengan otak yang sehat sehingga bisa berfikir dibandingkan Binatang, Allah ciptakan manusia mempunyai panca indara, bahkan Allah jamin kehidupan manusia sela ia hidup di muka bumi. Itu semua Adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba Nya. Maka sudah selayaknya seorang hamba membalas cinta kepada tuhanNya dan setia terhadap Nya.

    Allah SWT tidak pernah berpaling dari manusia, diberikannya segala yang dibutuhkan dan diminta oleh manusia, bahkan ada beberapa hal yang tidak pernah dilantunkan dalam do’a seoraang hamba Allah tetap berikan dengan kualitas yang baik. Sebagai contoh Allah selalu buat jantung manusia berdetak, pembuluh darah yang terus mengalir, organ tubuh dalam yang berfungsi dengan baik, meskipun itu semua tidak pernah terlantut dalam do’a, Allah selalu berikan dengan kualitas yang baik. Itulah maha baiknya Allah SWT kepada setiap hambanya.

    Segala yang ada pada diri kita Adalah milik Allah, baik yang berwujud dan tidak berwujud, seperti harta, keluarga, keturunan, kendaraan, dll. Hari raya qurban merupakan hari Dimana manusia membuktikan kesetiaan Nya kepada Allah. Allah memerintahkan untuk mengeluarkan harta terbaik nya yang akan dibagikan kepada hamba – hamba yang lain dengan penuh keikhlasan dan senang hati. Manusia mempersembahkan hewan qurban yang harganya tidak murah dan tidak semua orang mampu, kemudian disembelih dan dibagikan kepada hamba – hamba Allah disekelilingnya. Itu Adalah wujud bahwa manusia tidak boleh serakah atas apa yang dimilikinya, sejatinya yang ada pada dirinya Adalah milik Allah. Ketika Allah perintahkan ia untuk mengeluarkannya maka harus ia keluarkan.

    Serta dengan penyembelihan hewan qurban juga bisa dimaknai sebagai pembinasaan atas sifat – sifat hewani yang ada pada diri kita, seperti serakah, egois, pembohong, sombong, kikir, dll. Bersmaan dengan hari raya qurban, jamaah haji sedang wukuf di Arafah, mereka semua merenungi segala dosa – dosa yang sudah ia perbuat selama hidup dimuka bumi, mereka juga merenungi nikmat – nikmat Allah yang sudah diberikan kepadanya, kemudian ia memohon ampunan dan bersyukur kepada Allah. sehingga mereka pulang dari haji dengan keadaan diri sudah bersih dari dosa. Kita yang belum bisa melaksanakan ibadah haji hendaknya juga berusaha memohon ampunan Allah Ketika hari Arafah, kemudian membuang sifat – sifat buruk yang ada pada diri kita.

    Manusia yang baik dan tahu diri hendaknya tidak lupa untuk membalas budi, khususnya balas budi kepada Allah, karena Allah sudah memberikan nikmat yang tidak terhitung banyaknya.

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya : Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( An-Nahl 18)

    Allah memberikan nikmat kepada hambanya tidak perhitungan, maka hamba juga membalasnya tidak boleh perhitungan. Nikmat bukan hanya dalam bentuk materi atau harta, termasuk juga Kesehatan, hubungan yang baik, pertemanan yang sehat, nikmat dan semangat ibadah, dll. Seorang hamba hendaknya setia dengan tuhannya dengan taat kepada Nya, menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang, sehingga seorang hamba akan dicintai oleh Allah dan menjadi kekasih Allah

#Semoga bermanfaat

Jumat, 15 Mei 2026

The Glory Of Youth

 

The Glory Of Youth

By : M. Wahyu Sampurno, S.Ak

Masa muda Adalah masa Dimana seseorang berada dalam puncak prima dan energik untuk bergerak dan berjuang. Fase Dimana siap untuk memberikan dampak yang nyata bagi khalayak dan dirinya. Fase untuk berdedikasi, berkarya dan berproduktifitas yang gemilang. Seperti matahari pada siang hari yang memberikan sinar dan energinya secara maksimal.

            Orang – orang yang mengikuti Nabi musa merupakan para pemuda ( QS. Yunus 83). Pemuda yang setia mengikuti nabi musa yaitu Yusya’ bin Nun. Beliau mendampingi musa untuk menemui Nabi khidir AS (QS. AL Kahfi 60). Nabi Khidir merupakan hamba Sholeh yang dikaruniai ilmu laduni (diajarkan oleh Allah langsung), mayoritas ulama berpendapat beliau bukan hanya seorang wali tapi seorang nabi. Beliau juga disebut “orang hijau” karena mendatangkan kehijauan / kesuburan ditanah yang kering. Alasan nabi musa menemui nabi khidir yaitu sebagai teguran dari Allah karena ia merasa paling berilmu padahal masih ada nabi khidir yang lebih berilmu dari pada nabi musa, serta beliau ingin belajar kepada nabi khidir.

            Yusya’ bin nun sendiri merupakan keturunan yusuf bin ya’qub, beliau merupakan pemuda yang mendapatakan amanat untuk meneruskan kepemimpinan setelah wafatnya nabi Musa. Ia memimpin pasukan Bani Israel untuk menaklukan Baitul maqdis, dan diberikan mu’jizat untuk menahan matahari agar tidak terbenam sehingga peperangan bisa selesai sebelum hari sabtu (hari dilarang untuk perang).

            Ashabul Kahfi yang juga merupakan para pemuda (QS. Al-Kahfi 9).  Ashabul Kahfi merupakan sosok pemuda beriman (tujuh orang) yang tertidur didalam gua selama 309 tahun atas kehendak Allah untuk menjaga akidahnya. Mereka pergi ke dalam gua untuk menolak perintah raja dikyanus untuk menyembah berhala. Lokasi gua terletak di Yordania. Mereka merupakan symbol bahwa orang yang teguh mempertahankan keimanannya kepada Allah, akan dijaga dan dibantu oleh Allah.

            Nabi Ibrahim berusia muda Ketika menghancurkan berhala (Al-Anbiya’ 60). Ayah nabi ibrahim merupakan pembuat patung dan juga menyembah berhala. Beliau masuk kedalam tempat ibadah dan menghancurkan patung – patung kecil, kemudian meletakkan kapak dileher patung besar seakan – akan patung itu yang melakukan. Kemudian raja Namrud marah dan memerintahkan agar nabi Ibrahim dibakar hidup – hidup, tapi Allah selamatkan dengan api tersebut dibuat terasa dingin. Begitu agungnya mukjizat yang Allah berikan bagi yang teguh menegakkan keimanannya kepada Allah.

            Nabi Ismail yang siap dikorbankan di usia muda. Ketika nabi Ibrahim menyampaikan kepada ismail terkait perintah Allah dalam mimpi untuk menyembelihnya, dengan Ikhlas dan tawakkal nabi ismail menerima dan mau disembelih jika itu Adalah perintah dari Allah ( Ash Shaffat 102 ). Ketika pisau sudah berada di leher, Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk menggantikannya dengan domba jantan besar, yang sekarang disyariatkan sebagai hari raya Qurban. Hikmahnya Adalah qurban merupakan wujud ketaatan akan perintah Allah, Allah tidak menerima darah dari hewan qurban tetapi ketakwaan dari hambanya.

            Nabi Yusuf yang tidak tergoda dengan godaan Wanita dan merupakan pemuda yang jujur. Saat itu nabi Yusuf Adalah pemuda yang kuat dan tampan, ia digoda oleh Zulaikah yang bukan sembarang Wanita, melainkan ia Adalah Perempuan berparas cantik dan berkedudukan tinggi. Godaan yang diberikan kepada nabi Yusuf bukan hanya secara isyarat tapi secara verbal. Namun nabi Yusuf menolak dan menyatakan berlindung kepada Allah. Ketika ia keluar dan berpapasan dengan suami Zulaikha, didapati baju belia sobek bagian belakang yang membuktikan bahwa nabi Yusuf dipaksa dan ditarik, sehingga tampak yang salah Adalah Zulaikha. Begitulah bukti hamba yang kuat iman dan takwanya kepada Allah, maka Allah berikan perlindungan dan tunjukkan kebenarannya.

Hadits nabi tentang 7 golongan yang dinaungi Allah pada yaumil akhir :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

 

Menjadikan islam sebagai gaya hidup

Saat ini anak muda identik dengan gaya hidup yang konsumtif dan serba cepat yang banyak dipengaruhi oleh teknologi dan media social. Gaya hidup Adalah cara atau pola seseorang dalam menjalani kehidupan sehari – hari yang mencakup bagaimana ia menghabiskan waktu, mengatur uang, interaksi, berpenampilan, interaksi social dan bakat serta minatnya. Sebagai muslim seharusnya bergaya hidup sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah.

Maka islam memberikan pedoman hidup yaitu Al-Qur’an dan sunnah sebagai tuntunan dalam menjalani kehidupan didunia. Dalam islam ilmu tidak hanya mengajarkan pengetahuan tetapi juga mengajarkan aksi nyata. Ilmu yang dipelajari menghasilkan iman dan amal, bukan sekedar menghasilkan suara dan fikiran. Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang menggerakkan hati untuk lebih beramal baik.  

Seorang muslim yang sejati yaitu mereka yang mengamalkan apapun yang dipelajarinya, seperti belajar sabar maka mencoba untuk bersikap sabar, belajar akhlak terpuji maka mencoba untuk berakhlak terpuji, belajar tentang halal haram maka mencoba untuk mengkonsumsi yang halal dan menjauhi yang haram, sehingga hari – hari nya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Islam mengajarkan tentang kebersihan, kedisiplinan, kedamaian, kebersamaan menutup aurat, taat dan hal – hal baik lainnya, tetapi masih banyak muslim dinegara kita yang tidak mencerminkan keislaman itu, artinya gaya hidupnya belum Islami. Maka sebagai pemuda yang merupakan generasi penerus bukan penikmat apalagi penghancur harus bisa menegakkan nilai – nilai islam yang ada dalam Al-Qur’an agar islam tidak pudar di kemudian hari.


Norma - norma kemenangan

            Kemenangan yang dimaksud disini yaitu terbukanya hidayah, sehingga hidupnya berisi ketaatan kepada Allah, sehingga Allah berika keberhasilan dan kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat. Berikut norma kemenangan :

Norma Ke – 1 : Kemenangan berasal dari Allah ( Ali Imron 160)

اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ ۝١٦٠

Jika Allah menolongmu, tidak ada yang (dapat) mengalahkanmu dan jika Dia membiarkanmu (tidak memberimu pertolongan), siapa yang (dapat) menolongmu setelah itu? Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Allah akan memberikan pertolongan kepada yang dikehendakiNya, Apabila Allah sudah memberikan kemenangan maka tidak ada yang bisa mengalahkan, sebaliknya Ketika Allah menghendaki kekalahan tidak akan ada yang mampu menolongnya.

 

Norma Ke-2 : Allah akan memberikan kemenangan kepada yang menolong agama Allah (Muhammad 7)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ۝٧

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

            Allah SWT berjanji dalam kitabnya bahwa siapapun yang menolong agama Allah, maka Allah akan memberinya pertolongan, maka pertolongan Allah itulah yang membuat kita menang diatas segala makhluknya dimuka bumi ini.

            Yang dimaksud menolong agama Allah Adalah berusaha untuk mempelajari, mengamalkan, menjaga dan menegakkan nilai – nilai islam yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Sehingga nilai – nilai tersebut tidak pudar apalagi hilang.

 

Norma Ke-3 : Kemenangan ada dipihak orang – orang beriman dan Bersama mereka ( At-Taubah 26)

ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَنْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ ۝٢٦

Kemudian, Allah menurunkan ketenangan (dari)-Nya kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, serta menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya, juga menyiksa orang-orang yang kafir. Itulah balasan terhadap orang-orang kafir.

 

Selasa, 12 Mei 2026

Sederhana Itu Hebat dan Indah



    Secara umum yang kita ketahui, sederhan berarti tidak berlebihan, hidup sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, secukupnya dan tidak foya - foya. Sederhana juga bisa disebut sebagai jiwa sederhana yang berarti meskipun kaya harta dan memiliki banyak uang tetapi memiliki gaya hidup yang sederhana atau tidak berlebihan. Manusia yang memiliki jiwa hidup sederhana tidak akan pernah merasa kekurangan dan mengeluh, karena itu lihan mereka untuk menjalani kehidupan. Tidak semua mampu dan kuat menjalani kehidupan di dunia dengan kesederhanaan.

    Kata sederhana yang akan saya bahas pada tulisan saya kali ini yaitu terkait dengan jiwa sederhana, artinya meskipun hidup dengan kemewahan tapi sikap dan gayanya tetap sederhana tidak berlebihan. Sederhana juga bisa diartikan melakukan segak urusan sesuai dengan bagian dann tugas masing - masing dengan fokus dan sungguh - sungguh. sebagai contoh seorang murid memiliki kewajiban untuk belajar, ketika ia belajar dengan sungguh - sungguh maka ia akan memperoleh keberhasilan, tetapi ketika seorang murid lebih memilih untuk bekerja mencari uang maka ia tidak akan sukses karena belum waktunya dan tempatnya untuk bekerja.

    Seseorang yang memiliki jiwa sederhana akan lebih mudah untuk meraih kesuksesan, akan lebih terbuka jalannya untuk meraih keberhasilan, karena mereka bersungguh - sungguh melakukan kewajibannya sesuai dengan kondisi dirinya. Seseorang yang berjiwa sederhana akan mudah untuk mengendalikan dirinya agar tidak berbuat sesuatu yang menyimpang dan melanggar norma.

       Dalam ilmu agama kesederhanaan bisa diartikan sebagai zuhud, yaitu berusaha untuk meninggalkan segala macam keduniaan dan hanya berfokus kepada Allah dan akhirat. Mereka berjuang keras untuk tidak memasukkan dalam hatinya hal - hal yang berkaitan dengan dunia, berbuat pekerjaan yang bisa membawa manfaat dan keuntungan untuk masa depan akhiratnya serta menjalankan kehidupannya sesuai dengan orientasi tujuan diciptakannya manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah (Adz Dzariyat 56). 

    Orang yang memiliki jiwa sederhana tidak mudah putus asa atau menyerah. Mereka akan terus berbuat dan bergerak semaksimal mungkin dengan diiringi tawakkal atau berserah diri kepada Allah, sehingga mereka percaya pada segala ketentuan dan rencana Allah yang dengan itu akan membuat dirinya kuat dengan segala terjal kasar jalan perjuangan. Mereka tidak berambisi negatif untuk meraih sesuatu tetapi mereka berusaha dan percaya bahwa segalanya ada hasilnya sesuai dengan porsi usahanya.

      Pondok Pesantren hadir untuk membentuk mental dan jiwa tersebut diatas, para santri dididik untuk memiliki jiwa sederhana sebagai cara untuk menyiapkan mereka menghadapi perjuangan dimasa yang akan datang yang pastinya itu lebih berat dari saat ini. Mereka disiapkan untuk memiliki mental dalam menghadapi realita kehidupan masa depan yang tidak semuanya indah dan sesuai harapan dan rencana. 

Minggu, 27 Oktober 2024

JALAN KESUKSESAN MASA DEPAN

        

            Manusia merupakah makhluk ciptaan Allah SWT, yang hakikatnya tidak memiliki kemampuan apapun dalam melakukan sesuatu dan menentukan sebuah keputusan. Manusia merupakan makhluk lemah yang hanya bisa bersandar kepada Allah atas segala yang ia cita - citakan atau harapkan. Manusia hanya bisa merencanakan tapi tidak bisa menentukan, hanya bisa berusaha, tetapi tidak bisa memeberikan hasil. Maka banyak diajarkan oleh para guru bahwa hidup ini harus selalu memberi dan bergerak karena Allah, kemudian Allah lah yang akan memberikan hasil atau balasan. Cukup bergerak tanpa menimbang apa yang akan ia dapatkan dari yang ia kerjakan.

            Masa depan manusia tidak bisa kita tentukan atau kita jamin, yang menentukan masa depan kita hanya Allah SWT. Manusia hanay bisa berencana dan berharap, tetapi hasil ada di tangan Allah SWT. Kadangkala kesuksesan kita dimasa depan tidak ditentukan oleh keahlian kita atau apa yang kita mampu, tapi Allah punya banyak jalan dan rahasia untuk jalan hidup setiap hambanya.

                Sering terjadi di lingkungan pesantren, santri yang memiliki minim keahlian kadang lebih cepat sukses atau lebih sukses dibandingkan dengan yang banyak berprestasi ketika jadi santri di pondok pesantren. Ada kalanya itu karena berkah dari ilmu yang kita dapatkan di pesantren, maka salah satu cara agar kita banyak mendapatkan berkah yaitu dengan selalu taat dan percaya dengan guru - guru kita selama kita menjadi santri. 

             Selama kita masih diberi kesempatan umur hidup didunia jangan lebih mengandalkan kemampuan kita sehingga kita melupakan kewajiban kita atau tuntutan Allah terhadap kita. karena yang menentukan kesuksesan kita dimasa depan yaitu Allah SWT bukan skill atau keahlian kita. banyak juga manusia yang menempuh pendidikan tinggi dengan jurusan tertentu tetapi ketika kerja tidak sesuai dengan jurusan yang ia ambil ketika kuliah , dan itu bisa lebih sukses daripada yang kuliah tinggi.

                Segala sesuatu yang kita lakukan apabila melawan syari'at islam sebaiknya kita tinggalkan meskipun itu berlawanan dengan apa yang kita sukai, tetapi selayaknya kita sebagai makhluk Allah taat dan patuh serta bakti kepada Allah sebagai tuhan kita yang maha esa dan maha besar. Ridho Allah lah yang kita cari dan kita kejar sebagai jalan kita menuju surga Nya kelak, Amiin yaa rabbal 'alamiin.

Rabu, 24 Februari 2021

Kejadian Buruk Yang Tak Diinginkan, Tapi Termasuk Sebagai Harapan Yang Tak Disadari

 Setiap apa yang dilakukan oleh manusia pasti ada resiko dan pengorbanan, resiko banyak macamnya antara lain ; resiko baik dan resiko buruk, begitupun pengorbanan, banyak jenisnya; ada pengorbanan ringan, pengorbanan sedang dan pengorbanan berat.


Beberapa orang apabila melakukan pekerjaan mengetahui apa pengorbanan yang harus dia lakukan, dan apa resiko yang akan ia terima, tapi beberapa orang juga ada yang tidak menyadari apa resiko yang akan ia terima dan apa pengorbanan yang harus ia lakukan sebelum melakukan pekerjaan.


Yang menjadi bahaya yaitu apabila seseorang menyadari dari apa yang ia lakukan itu menghasilkan dampak yang buruk, tetapi tetap ia lakukan terus menerus, padahal dia mengetahui apa kerugian yang ia dapatkan apabila ia melakukan tindakan tersebut.


Secara tidak langsung dia berharap sesuatu buruk tersebut terjadi pada dirinya. Contohnya seorang anak kecil yang belum pantas dan cakap mengendarai motor memaksakan dirinya untuk mengendarai motor, apabila ia tetap melakukannya maka  ia akan jatuh dan sakit dan bahkan hingga tewas, tetapi ia tetap melakukannya, maka secara tidak langsung anak tersebut berharap sakit atau tewas lebih cepat.


Sekali dua kali boleh, untuk mencoba agar tahu, tetapi kalau berkali - kali berrarti dia mengharap sesuatu buruk terjadi padanya. Begitupun sebaliknya, apabila orang melakukan pekerjaan baik karena tahu resiko baik yang akan ia dapatkan, maka ia akan terus melakukannya karena dia mengharap sebuah kebaikan berpihak kepadanya.


Maka dari itu, kita harus selalu berhati - hati dalam melakukan pekerjaan, apa resiko dan apa pengorbanan yang harus dilakukan, apakah pengorbanan itu sebanding dengan resiko, atau pengorbanan lebih besar dari resiko, apabila pengorbanan lebih besar dari resiko baik  berarti termasuk orang yang merugi, melainkan apabila resiko baiknya lebih banyak dari pengorbanan berarti ia beruntung.


Selasa, 23 Februari 2021

Vaksinasi Jiwa


VAKSINASI JIWA

    Di era pandemi seperti sekarang ini, merakyat yang namanya istilah vaksin, yaitu program kekebalan tubuh agar terjaga dari virus. Vaksinasi merupakan pemasukan virus yang sudah dilemahkan kedalam tubuh manusia, agar antibodi yang ada ditubuh manusia mengenali virus tersebut sehingga bisa berubah menyerupai virus tersebut dan bisa melawannya, sehingga apabila virus yang aslinya datang, sang antibodi sudah kenal dan tidak ketakutan atau kesusahan untuk melawannya karena sudah kenal dan tahu kelemahannya.


    Begitu pula dengan vaksinasi jiwa, orang yang divaksin pasti akan merasa tidak enak badan atau panas, karena telah dimasuki virus. Untuk vaksinasi jiwa, manusia kan diberi virus - virus hidup, seperti hal - hal yang membuatnya sengsara dan kesakitan, contohnya : dimarahin, dipaksa, dikerasin, dll. Agar ketika manusia menghadapi kesusahan ketika dewasa ia akan merasa mudah dan tidak berat karena sudah pernah mengalami hal  yang sama sebelumnya. 


    Secara tidak langsung semua kegiatan yang ada di pesantren ditujukan untuk vaksinasi jiwa sang anak agar anak tersebut tidak merasa berat ketika sudah terjun dimasyarakat dan menghadapi masalah yang lebih berat, mereka sudah punya solusi masing - masing atas setiap kesusahannya karena telah melakukan vaksinasi jiwa ketika tinggal di pesantren.


    Semua anak yang melakukkan vaksinasi jiwa mereka akan mersa berat dan sakit, karena mereka akan dibenturkan dengan masalah - masalah sebagai dramatisi atas masalah yang akan mereka hadapi kelak di masyarakat. Sehingga ketika mereka sudah lulus dan terjun ke masyarakat mereka akan mendapatkan masalah yang lebih berat mereka akan dapat menghadapinya dengan jiwa yang tenang. 


Tujuan Hakiki Belajar


    Tujuan Hakiki Belajar

 Belajar merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dlam mahfudzat dikatakan bahwasannya tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, never too old to learn, tidak ada yang namanya kata tua dalam belajar. Banyak orang yang salah niat dalam belajar, yaitu hanya untuk menjadi orang yang pintar sehingga bisa bekerja dan mendapatkana uang yang banyak. 


Didalam hadits telah dijelaskan yang artinya adalah sebaik - baik orang adalah yang berakhlak baik dan bermanfaat untuk sesama. Dengan belajar kita bisa mnegumpulkan bekal agar bekal tersebut bisa kita bagi kepada saudara - saudara kita, bekal apakah itu? Yaitu bekal ilmu, kita memiliki ilmu sehingga bisa kita sampaikan atau kita berikan kepada saudara - saudara kita, sehingga ilmu yang kita miliki bisa bermanfaat dan kita pun yang memiliki bisa menjadi orang yang bermanfaat sehingga dinamakan anfa'uhum linnaas.


Hidup didunia adalah tempat singgah sementara sebelum kita kekal diakhirat. Allah memberi kita kesempatan untuk mencari bekal di dunia guna hidup bahagia di akhirat. Tetapi banyak orang yang tidak menggunakan kesempatan itu dengan baik sehingga mereka melalaikan waktu yang telah Allah berikan. Itu sebagai bekal kita di akhirat.


Sedangkan bagaimana kita agar menjadi orang yang baik didunia, sehingga merdeka dan bahagia didunia? Yaitu dengan berpegang teguh khoirunnasi ahsanuhum khulukon wa'anfauhum linnaas. Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Diumur sekolah seperti anak - anak sekarang ini adalah waktu mereka untuk mencari apa yang bisa diberikan untuk orang lain, karena hidup kita hanya untuk memberi bukan meminta; give, give, anf give, not take.


Ketika kita sudah mempunyai bekal yang banyak, maka banyak yang bisa kita beri kepada orang lain, tapi bagaimana jika kita tidak mempunyai bekal, apa yang akan kita berikan,itulah tujuan hakiki dari belajar. 


Apabila tujuan itu sudah tertanam baik dihati para penuntut ilmu mereka akan selalu berjuang untuk mendapatkan bekal yang banyak, sebagaimana mereka berjuang untuk mendapatkan uang yang banyak. Merkeka pun tidak akan melakukan hal  hal yang salah sebagai kode etik penuntut ilmu.


Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian, dengan adanya ujian kita bisa tahu kapasitas bekal yang sudah kita miliki, apabila nilai kita besar berarti bekal kita sudah cukup , tapi apabila nilai kita kecil berarti bekal kita masih kurang, maka dari itu dalam sebuah ujian hendaknya dikerjakan sesuai dengan kemampuan maisng - masing, bukan dari hasil musyawarah dengan sesama, karena bekal tersebut akan dibawa pribadi masing - masing bukan kelompok.


Hari Kesetiaan

Hari Kesetiaan By M. Wahyu Sampurno, S.Ak                    Manusia merupakan makhluk tuhan dimuka bumi yang paling sempurna, Allah mencipt...