Selasa, 12 Mei 2026

Sederhana Itu Hebat dan Indah



    Secara umum yang kita ketahui, sederhan berarti tidak berlebihan, hidup sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, secukupnya dan tidak foya - foya. Sederhana juga bisa disebut sebagai jiwa sederhana yang berarti meskipun kaya harta dan memiliki banyak uang tetapi memiliki gaya hidup yang sederhana atau tidak berlebihan. Manusia yang memiliki jiwa hidup sederhana tidak akan pernah merasa kekurangan dan mengeluh, karena itu lihan mereka untuk menjalani kehidupan. Tidak semua mampu dan kuat menjalani kehidupan di dunia dengan kesederhanaan.

    Kata sederhana yang akan saya bahas pada tulisan saya kali ini yaitu terkait dengan jiwa sederhana, artinya meskipun hidup dengan kemewahan tapi sikap dan gayanya tetap sederhana tidak berlebihan. Sederhana juga bisa diartikan melakukan segak urusan sesuai dengan bagian dann tugas masing - masing dengan fokus dan sungguh - sungguh. sebagai contoh seorang murid memiliki kewajiban untuk belajar, ketika ia belajar dengan sungguh - sungguh maka ia akan memperoleh keberhasilan, tetapi ketika seorang murid lebih memilih untuk bekerja mencari uang maka ia tidak akan sukses karena belum waktunya dan tempatnya untuk bekerja.

    Seseorang yang memiliki jiwa sederhana akan lebih mudah untuk meraih kesuksesan, akan lebih terbuka jalannya untuk meraih keberhasilan, karena mereka bersungguh - sungguh melakukan kewajibannya sesuai dengan kondisi dirinya. Seseorang yang berjiwa sederhana akan mudah untuk mengendalikan dirinya agar tidak berbuat sesuatu yang menyimpang dan melanggar norma.

       Dalam ilmu agama kesederhanaan bisa diartikan sebagai zuhud, yaitu berusaha untuk meninggalkan segala macam keduniaan dan hanya berfokus kepada Allah dan akhirat. Mereka berjuang keras untuk tidak memasukkan dalam hatinya hal - hal yang berkaitan dengan dunia, berbuat pekerjaan yang bisa membawa manfaat dan keuntungan untuk masa depan akhiratnya serta menjalankan kehidupannya sesuai dengan orientasi tujuan diciptakannya manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah (Adz Dzariyat 56). 

    Orang yang memiliki jiwa sederhana tidak mudah putus asa atau menyerah. Mereka akan terus berbuat dan bergerak semaksimal mungkin dengan diiringi tawakkal atau berserah diri kepada Allah, sehingga mereka percaya pada segala ketentuan dan rencana Allah yang dengan itu akan membuat dirinya kuat dengan segala terjal kasar jalan perjuangan. Mereka tidak berambisi negatif untuk meraih sesuatu tetapi mereka berusaha dan percaya bahwa segalanya ada hasilnya sesuai dengan porsi usahanya.

      Pondok Pesantren hadir untuk membentuk mental dan jiwa tersebut diatas, para santri dididik untuk memiliki jiwa sederhana sebagai cara untuk menyiapkan mereka menghadapi perjuangan dimasa yang akan datang yang pastinya itu lebih berat dari saat ini. Mereka disiapkan untuk memiliki mental dalam menghadapi realita kehidupan masa depan yang tidak semuanya indah dan sesuai harapan dan rencana. 

Minggu, 27 Oktober 2024

JALAN KESUKSESAN MASA DEPAN

        

            Manusia merupakah makhluk ciptaan Allah SWT, yang hakikatnya tidak memiliki kemampuan apapun dalam melakukan sesuatu dan menentukan sebuah keputusan. Manusia merupakan makhluk lemah yang hanya bisa bersandar kepada Allah atas segala yang ia cita - citakan atau harapkan. Manusia hanya bisa merencanakan tapi tidak bisa menentukan, hanya bisa berusaha, tetapi tidak bisa memeberikan hasil. Maka banyak diajarkan oleh para guru bahwa hidup ini harus selalu memberi dan bergerak karena Allah, kemudian Allah lah yang akan memberikan hasil atau balasan. Cukup bergerak tanpa menimbang apa yang akan ia dapatkan dari yang ia kerjakan.

            Masa depan manusia tidak bisa kita tentukan atau kita jamin, yang menentukan masa depan kita hanya Allah SWT. Manusia hanay bisa berencana dan berharap, tetapi hasil ada di tangan Allah SWT. Kadangkala kesuksesan kita dimasa depan tidak ditentukan oleh keahlian kita atau apa yang kita mampu, tapi Allah punya banyak jalan dan rahasia untuk jalan hidup setiap hambanya.

                Sering terjadi di lingkungan pesantren, santri yang memiliki minim keahlian kadang lebih cepat sukses atau lebih sukses dibandingkan dengan yang banyak berprestasi ketika jadi santri di pondok pesantren. Ada kalanya itu karena berkah dari ilmu yang kita dapatkan di pesantren, maka salah satu cara agar kita banyak mendapatkan berkah yaitu dengan selalu taat dan percaya dengan guru - guru kita selama kita menjadi santri. 

             Selama kita masih diberi kesempatan umur hidup didunia jangan lebih mengandalkan kemampuan kita sehingga kita melupakan kewajiban kita atau tuntutan Allah terhadap kita. karena yang menentukan kesuksesan kita dimasa depan yaitu Allah SWT bukan skill atau keahlian kita. banyak juga manusia yang menempuh pendidikan tinggi dengan jurusan tertentu tetapi ketika kerja tidak sesuai dengan jurusan yang ia ambil ketika kuliah , dan itu bisa lebih sukses daripada yang kuliah tinggi.

                Segala sesuatu yang kita lakukan apabila melawan syari'at islam sebaiknya kita tinggalkan meskipun itu berlawanan dengan apa yang kita sukai, tetapi selayaknya kita sebagai makhluk Allah taat dan patuh serta bakti kepada Allah sebagai tuhan kita yang maha esa dan maha besar. Ridho Allah lah yang kita cari dan kita kejar sebagai jalan kita menuju surga Nya kelak, Amiin yaa rabbal 'alamiin.

Rabu, 24 Februari 2021

Kejadian Buruk Yang Tak Diinginkan, Tapi Termasuk Sebagai Harapan Yang Tak Disadari

 Setiap apa yang dilakukan oleh manusia pasti ada resiko dan pengorbanan, resiko banyak macamnya antara lain ; resiko baik dan resiko buruk, begitupun pengorbanan, banyak jenisnya; ada pengorbanan ringan, pengorbanan sedang dan pengorbanan berat.


Beberapa orang apabila melakukan pekerjaan mengetahui apa pengorbanan yang harus dia lakukan, dan apa resiko yang akan ia terima, tapi beberapa orang juga ada yang tidak menyadari apa resiko yang akan ia terima dan apa pengorbanan yang harus ia lakukan sebelum melakukan pekerjaan.


Yang menjadi bahaya yaitu apabila seseorang menyadari dari apa yang ia lakukan itu menghasilkan dampak yang buruk, tetapi tetap ia lakukan terus menerus, padahal dia mengetahui apa kerugian yang ia dapatkan apabila ia melakukan tindakan tersebut.


Secara tidak langsung dia berharap sesuatu buruk tersebut terjadi pada dirinya. Contohnya seorang anak kecil yang belum pantas dan cakap mengendarai motor memaksakan dirinya untuk mengendarai motor, apabila ia tetap melakukannya maka  ia akan jatuh dan sakit dan bahkan hingga tewas, tetapi ia tetap melakukannya, maka secara tidak langsung anak tersebut berharap sakit atau tewas lebih cepat.


Sekali dua kali boleh, untuk mencoba agar tahu, tetapi kalau berkali - kali berrarti dia mengharap sesuatu buruk terjadi padanya. Begitupun sebaliknya, apabila orang melakukan pekerjaan baik karena tahu resiko baik yang akan ia dapatkan, maka ia akan terus melakukannya karena dia mengharap sebuah kebaikan berpihak kepadanya.


Maka dari itu, kita harus selalu berhati - hati dalam melakukan pekerjaan, apa resiko dan apa pengorbanan yang harus dilakukan, apakah pengorbanan itu sebanding dengan resiko, atau pengorbanan lebih besar dari resiko, apabila pengorbanan lebih besar dari resiko baik  berarti termasuk orang yang merugi, melainkan apabila resiko baiknya lebih banyak dari pengorbanan berarti ia beruntung.


Selasa, 23 Februari 2021

Vaksinasi Jiwa


VAKSINASI JIWA

    Di era pandemi seperti sekarang ini, merakyat yang namanya istilah vaksin, yaitu program kekebalan tubuh agar terjaga dari virus. Vaksinasi merupakan pemasukan virus yang sudah dilemahkan kedalam tubuh manusia, agar antibodi yang ada ditubuh manusia mengenali virus tersebut sehingga bisa berubah menyerupai virus tersebut dan bisa melawannya, sehingga apabila virus yang aslinya datang, sang antibodi sudah kenal dan tidak ketakutan atau kesusahan untuk melawannya karena sudah kenal dan tahu kelemahannya.


    Begitu pula dengan vaksinasi jiwa, orang yang divaksin pasti akan merasa tidak enak badan atau panas, karena telah dimasuki virus. Untuk vaksinasi jiwa, manusia kan diberi virus - virus hidup, seperti hal - hal yang membuatnya sengsara dan kesakitan, contohnya : dimarahin, dipaksa, dikerasin, dll. Agar ketika manusia menghadapi kesusahan ketika dewasa ia akan merasa mudah dan tidak berat karena sudah pernah mengalami hal  yang sama sebelumnya. 


    Secara tidak langsung semua kegiatan yang ada di pesantren ditujukan untuk vaksinasi jiwa sang anak agar anak tersebut tidak merasa berat ketika sudah terjun dimasyarakat dan menghadapi masalah yang lebih berat, mereka sudah punya solusi masing - masing atas setiap kesusahannya karena telah melakukan vaksinasi jiwa ketika tinggal di pesantren.


    Semua anak yang melakukkan vaksinasi jiwa mereka akan mersa berat dan sakit, karena mereka akan dibenturkan dengan masalah - masalah sebagai dramatisi atas masalah yang akan mereka hadapi kelak di masyarakat. Sehingga ketika mereka sudah lulus dan terjun ke masyarakat mereka akan mendapatkan masalah yang lebih berat mereka akan dapat menghadapinya dengan jiwa yang tenang. 


Tujuan Hakiki Belajar


    Tujuan Hakiki Belajar

 Belajar merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dlam mahfudzat dikatakan bahwasannya tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, never too old to learn, tidak ada yang namanya kata tua dalam belajar. Banyak orang yang salah niat dalam belajar, yaitu hanya untuk menjadi orang yang pintar sehingga bisa bekerja dan mendapatkana uang yang banyak. 


Didalam hadits telah dijelaskan yang artinya adalah sebaik - baik orang adalah yang berakhlak baik dan bermanfaat untuk sesama. Dengan belajar kita bisa mnegumpulkan bekal agar bekal tersebut bisa kita bagi kepada saudara - saudara kita, bekal apakah itu? Yaitu bekal ilmu, kita memiliki ilmu sehingga bisa kita sampaikan atau kita berikan kepada saudara - saudara kita, sehingga ilmu yang kita miliki bisa bermanfaat dan kita pun yang memiliki bisa menjadi orang yang bermanfaat sehingga dinamakan anfa'uhum linnaas.


Hidup didunia adalah tempat singgah sementara sebelum kita kekal diakhirat. Allah memberi kita kesempatan untuk mencari bekal di dunia guna hidup bahagia di akhirat. Tetapi banyak orang yang tidak menggunakan kesempatan itu dengan baik sehingga mereka melalaikan waktu yang telah Allah berikan. Itu sebagai bekal kita di akhirat.


Sedangkan bagaimana kita agar menjadi orang yang baik didunia, sehingga merdeka dan bahagia didunia? Yaitu dengan berpegang teguh khoirunnasi ahsanuhum khulukon wa'anfauhum linnaas. Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Diumur sekolah seperti anak - anak sekarang ini adalah waktu mereka untuk mencari apa yang bisa diberikan untuk orang lain, karena hidup kita hanya untuk memberi bukan meminta; give, give, anf give, not take.


Ketika kita sudah mempunyai bekal yang banyak, maka banyak yang bisa kita beri kepada orang lain, tapi bagaimana jika kita tidak mempunyai bekal, apa yang akan kita berikan,itulah tujuan hakiki dari belajar. 


Apabila tujuan itu sudah tertanam baik dihati para penuntut ilmu mereka akan selalu berjuang untuk mendapatkan bekal yang banyak, sebagaimana mereka berjuang untuk mendapatkan uang yang banyak. Merkeka pun tidak akan melakukan hal  hal yang salah sebagai kode etik penuntut ilmu.


Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian, dengan adanya ujian kita bisa tahu kapasitas bekal yang sudah kita miliki, apabila nilai kita besar berarti bekal kita sudah cukup , tapi apabila nilai kita kecil berarti bekal kita masih kurang, maka dari itu dalam sebuah ujian hendaknya dikerjakan sesuai dengan kemampuan maisng - masing, bukan dari hasil musyawarah dengan sesama, karena bekal tersebut akan dibawa pribadi masing - masing bukan kelompok.


Orang Tua Ideologis

 Guru adalah Orang Tua

Seorang murid merupakan produk dari gurunya yang telah ikhlas menyampaikan ilmu kepadanya, setelah murid itu menjadi alumni mereka bertanggungjawab atas muridnya yang secara tidak langsung merupakan cucu dari gurunya. Seorang murid bisa sukses karena gurunya, apabila alumni tersebut tidak sukses mendidik muridnya maka itulah alumni yang sesungguhnya. Semua berkat bapak ibu guru tersebut. Daalam islam orang tua ada dua yaitu biologis dan ideologis, orang tua biologis merupakan orang tua yang telah melahirkan kita, sedangkan orang tua ideologis merupakan orang tua yang telah mendidik dan mengajarkan kita. 


Jangan samakan kita dulu dengan murid - murid kita sekarang, tapi yang harus dibandingkan adalah gimana caranya murid kita lebih baik dari kita dulu. Selalulah berdo'a untuk guru - guru yang telah mengajar dan mendidik kita sehingga kita bisa segalanya agar mereka ikhlas dan ridho atas ilmu yang telah diberikannya kepada kita sehingga kita mudah untuk menyampaikan ilmu tersebut kepada murid - murid kita.  Apabila murid kita lebih buruk dari kita dulu atau kita gagal untuk mendidiknya secara tidak langsung kita telah menyakiti hati guru kita karena telah menyakiti cucu dari guru kita karena murid kita adalah cucu dari guru kita. 


Sebagai seorang guru diuji dengan dua hal : 1) sarroo' : yaitu sesuatu yang membuat gembira, 2) dhorro' : sesuatu hal yang dilihat mengecewakan.  

Sekarang ini kita adalah orang tua, yang bertanggungjawab besar atas kesuksean dan akhlak anak  - anaknya. Senakal - nakal anak kita itu adalah anak kita, orang tua pasti bangga pabila mempunyai anak yang berprestasi baik informal maupun formal. Selalulah tanamkan kasih sayang kepada mereka, berfikirlah solusi yang baik untuk mereka, apabila mereka mempunyai kesulitan bantulah mereka agar kesulitannya terselesaikan, layaknya anak kita sendiri, yang kita tidak ingin jika anak kita sakit, atau sedih. 


Maka dari itu tidak ada yang namany amntan guru atau mantan murid, mereka semua adalah anak kita dan kita adalah orang tua mereka , bukan mantan pengajar mereka.  Ummi aisyah merupakan ummul mu'minin yaitu ibunya orang - orang yang beriman, dan rasulullah Muhammad merupakan ayah kita. Kita semua umatnya nabi muhammad SAW, maka jangan pernah anggap murid - murid kita adalah sebuah titipan tapi mereka adalah anak - anak kita yang harus bisa lebih baik dari kita. 


Selalulah do'akan guru - guru kita, mintalah ridhonya agar mereka ikhlas melepas ilmunya untuk kita sehingga kita mudah untuk mengajarkan ilmu kita kepadaa anak - anak kita. Selalu lah perlakukan guru - guru kita layaknya orang tua dan pantaskan dirimu sebagai anak - anak dari guru - guru kitaa, jangan pernah merasa malu apabila bertemu dengan guru - guru kita karena mereka adalah orang tua kita. 


Apabila ikatann batin seoarng anak dengan gurunya sudah terbentuk setiap saat mereka akan datang mengingatkan kita apabila kita salah, dan mereka akan datang untuk menghibur kita ketika kita lagi sedih atau capek, mereka akan datang kepada kita untuk mengajarkan hal - hal baru yang kita belum ketahui. Itulah tali batin seorang orang tua dengan anaknya. 


Jangan pernah pandang sepeleh anak - anak yang sulit untuk dididik, mereka dalah anak kita dan masih tanggungjawab kita, merka adalah harapan kita agar selalu mendo'akan kita ketika kita sudah tiada, merekalah yang menarik kita ketika kita kan dimasukkan kedalam neraka. Berikanlah perhatian kepada mereka apabila mereka sedang susah dan sedih, jangan pandang sepeleh masalah mereka, kita sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anak - anak kita, meskipun kita harus menahan kesedihan untuk jauh dengan mereka yaitu anak - anak yang kita sayangi.


Cinta Allah Diatas segala Cinta

 Manusia bisa hidup didunia dengan tenang karena adanya cinta dan kasih sayang, dengan adanya cinta maka akan timbul yang namanya perhatian serta rasa saling peduli. Tanpa adanya cinta hidup manusia terasa hampa sehingga manusia tidak akan bisa kuat menahan berat dan sakitnya hidup didunia. 


Cinta antar manusia sebagai saudara seiman merupakan hal yang wajar bahkan sebuah keharusan sebagai makhluknya yang maha sempurna. Tetapi disisi lain terdapat satu cinta yang sangat luar biasa yaitu cinta kepada Allah dan Rasulnya.

 

" cinta kepada manusia yang kita sayangi jangan sampai mengalahkan cinta kita kepada Allah, Rasul dan Jihad, cinta kepada Allah harus tetap diatas segalanya dan diutamakan " . Allah maha kuasa, Allah maha memberi , Allah maha besar, Allah yang menciptakan dan Allah lah yang menberikan dan mengatur segalanya. 


Maka dari itu sebuah keharusan bagi seorang hamba untuk mencintai sang pemberi nikmat. Cinta bukan hanya dengan perhatian tapi cinta bisa dibuktikan dengan adanya rasa takut kehilangan, begitupun kita sebagai hamba Allah, apabila kita sudah kehilangan cintanya Allah maka Allah tidak akan lagi memberikan kita nikmat bahkan Allah bisa memberikan kita adzab karena telah kufur atas nikmat yang telah diberikan.


Kami seorang hamba pasti mencintai hambayang lain sehingga kami takut kehilangan hambamu yang sanngat kami cintai. Tapi itu merupakan hal yang salah, hambiyang kami cintai adalah milikmu, kami tidak ada hak sekecil apapun untuk memiliki apa yang engkau miliki.


Semua milikMu dan semua akan kembali kepadaMu, kami hanya bisa bersyukur dan menyaadari bahwa yang ada dibumi ini sudah engkau atur, dan itu adalah yang terbaik untuk kita dan untuk orang yang kita cintai. Memang rasa sedih karen akehilangan orang yang kita cintai, tapi itu semua sudah engkau atur dan itulah yang terbaik.


Kami tak layak untuk memiliki segala yang ada dibumi ini kerana segalanya dalah milkMu sang pencipta yang maha agung. Kami hanya bisa berbuat dan berproses, untuk hasil ada ditangan Allah yang maha kuasa. Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah. 


Cinta manusia kepada tuhannya dapat dibuktikan dengan  selalu giat dan rahjin dalam beribadah, seperti halnya anak kecil apabila disuruh orang tua untuk kewarung dan nanti akan dikasih imbalan pasti dia kaan semangat untuk pergi ke warung, begitupun manusia apabila kita semangat untuk beribadah Allah maka Allah akan memberi sesuatu  yang lebih sebagai imbalannya.






Sederhana Itu Hebat dan Indah

     Secara umum yang kita ketahui, sederhan berarti tidak berlebihan, hidup sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, secukupnya dan tidak ...