Selasa, 23 Februari 2021

Orang Tua Ideologis

 Guru adalah Orang Tua

Seorang murid merupakan produk dari gurunya yang telah ikhlas menyampaikan ilmu kepadanya, setelah murid itu menjadi alumni mereka bertanggungjawab atas muridnya yang secara tidak langsung merupakan cucu dari gurunya. Seorang murid bisa sukses karena gurunya, apabila alumni tersebut tidak sukses mendidik muridnya maka itulah alumni yang sesungguhnya. Semua berkat bapak ibu guru tersebut. Daalam islam orang tua ada dua yaitu biologis dan ideologis, orang tua biologis merupakan orang tua yang telah melahirkan kita, sedangkan orang tua ideologis merupakan orang tua yang telah mendidik dan mengajarkan kita. 


Jangan samakan kita dulu dengan murid - murid kita sekarang, tapi yang harus dibandingkan adalah gimana caranya murid kita lebih baik dari kita dulu. Selalulah berdo'a untuk guru - guru yang telah mengajar dan mendidik kita sehingga kita bisa segalanya agar mereka ikhlas dan ridho atas ilmu yang telah diberikannya kepada kita sehingga kita mudah untuk menyampaikan ilmu tersebut kepada murid - murid kita.  Apabila murid kita lebih buruk dari kita dulu atau kita gagal untuk mendidiknya secara tidak langsung kita telah menyakiti hati guru kita karena telah menyakiti cucu dari guru kita karena murid kita adalah cucu dari guru kita. 


Sebagai seorang guru diuji dengan dua hal : 1) sarroo' : yaitu sesuatu yang membuat gembira, 2) dhorro' : sesuatu hal yang dilihat mengecewakan.  

Sekarang ini kita adalah orang tua, yang bertanggungjawab besar atas kesuksean dan akhlak anak  - anaknya. Senakal - nakal anak kita itu adalah anak kita, orang tua pasti bangga pabila mempunyai anak yang berprestasi baik informal maupun formal. Selalulah tanamkan kasih sayang kepada mereka, berfikirlah solusi yang baik untuk mereka, apabila mereka mempunyai kesulitan bantulah mereka agar kesulitannya terselesaikan, layaknya anak kita sendiri, yang kita tidak ingin jika anak kita sakit, atau sedih. 


Maka dari itu tidak ada yang namany amntan guru atau mantan murid, mereka semua adalah anak kita dan kita adalah orang tua mereka , bukan mantan pengajar mereka.  Ummi aisyah merupakan ummul mu'minin yaitu ibunya orang - orang yang beriman, dan rasulullah Muhammad merupakan ayah kita. Kita semua umatnya nabi muhammad SAW, maka jangan pernah anggap murid - murid kita adalah sebuah titipan tapi mereka adalah anak - anak kita yang harus bisa lebih baik dari kita. 


Selalulah do'akan guru - guru kita, mintalah ridhonya agar mereka ikhlas melepas ilmunya untuk kita sehingga kita mudah untuk mengajarkan ilmu kita kepadaa anak - anak kita. Selalu lah perlakukan guru - guru kita layaknya orang tua dan pantaskan dirimu sebagai anak - anak dari guru - guru kitaa, jangan pernah merasa malu apabila bertemu dengan guru - guru kita karena mereka adalah orang tua kita. 


Apabila ikatann batin seoarng anak dengan gurunya sudah terbentuk setiap saat mereka akan datang mengingatkan kita apabila kita salah, dan mereka akan datang untuk menghibur kita ketika kita lagi sedih atau capek, mereka akan datang kepada kita untuk mengajarkan hal - hal baru yang kita belum ketahui. Itulah tali batin seorang orang tua dengan anaknya. 


Jangan pernah pandang sepeleh anak - anak yang sulit untuk dididik, mereka dalah anak kita dan masih tanggungjawab kita, merka adalah harapan kita agar selalu mendo'akan kita ketika kita sudah tiada, merekalah yang menarik kita ketika kita kan dimasukkan kedalam neraka. Berikanlah perhatian kepada mereka apabila mereka sedang susah dan sedih, jangan pandang sepeleh masalah mereka, kita sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anak - anak kita, meskipun kita harus menahan kesedihan untuk jauh dengan mereka yaitu anak - anak yang kita sayangi.


Tidak ada komentar:

Sederhana Itu Hebat dan Indah

     Secara umum yang kita ketahui, sederhan berarti tidak berlebihan, hidup sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, secukupnya dan tidak ...