Selasa, 23 Februari 2021

Tujuan Hakiki Belajar


    Tujuan Hakiki Belajar

 Belajar merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dlam mahfudzat dikatakan bahwasannya tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, never too old to learn, tidak ada yang namanya kata tua dalam belajar. Banyak orang yang salah niat dalam belajar, yaitu hanya untuk menjadi orang yang pintar sehingga bisa bekerja dan mendapatkana uang yang banyak. 


Didalam hadits telah dijelaskan yang artinya adalah sebaik - baik orang adalah yang berakhlak baik dan bermanfaat untuk sesama. Dengan belajar kita bisa mnegumpulkan bekal agar bekal tersebut bisa kita bagi kepada saudara - saudara kita, bekal apakah itu? Yaitu bekal ilmu, kita memiliki ilmu sehingga bisa kita sampaikan atau kita berikan kepada saudara - saudara kita, sehingga ilmu yang kita miliki bisa bermanfaat dan kita pun yang memiliki bisa menjadi orang yang bermanfaat sehingga dinamakan anfa'uhum linnaas.


Hidup didunia adalah tempat singgah sementara sebelum kita kekal diakhirat. Allah memberi kita kesempatan untuk mencari bekal di dunia guna hidup bahagia di akhirat. Tetapi banyak orang yang tidak menggunakan kesempatan itu dengan baik sehingga mereka melalaikan waktu yang telah Allah berikan. Itu sebagai bekal kita di akhirat.


Sedangkan bagaimana kita agar menjadi orang yang baik didunia, sehingga merdeka dan bahagia didunia? Yaitu dengan berpegang teguh khoirunnasi ahsanuhum khulukon wa'anfauhum linnaas. Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Diumur sekolah seperti anak - anak sekarang ini adalah waktu mereka untuk mencari apa yang bisa diberikan untuk orang lain, karena hidup kita hanya untuk memberi bukan meminta; give, give, anf give, not take.


Ketika kita sudah mempunyai bekal yang banyak, maka banyak yang bisa kita beri kepada orang lain, tapi bagaimana jika kita tidak mempunyai bekal, apa yang akan kita berikan,itulah tujuan hakiki dari belajar. 


Apabila tujuan itu sudah tertanam baik dihati para penuntut ilmu mereka akan selalu berjuang untuk mendapatkan bekal yang banyak, sebagaimana mereka berjuang untuk mendapatkan uang yang banyak. Merkeka pun tidak akan melakukan hal  hal yang salah sebagai kode etik penuntut ilmu.


Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian, dengan adanya ujian kita bisa tahu kapasitas bekal yang sudah kita miliki, apabila nilai kita besar berarti bekal kita sudah cukup , tapi apabila nilai kita kecil berarti bekal kita masih kurang, maka dari itu dalam sebuah ujian hendaknya dikerjakan sesuai dengan kemampuan maisng - masing, bukan dari hasil musyawarah dengan sesama, karena bekal tersebut akan dibawa pribadi masing - masing bukan kelompok.


Tidak ada komentar:

Sederhana Itu Hebat dan Indah

     Secara umum yang kita ketahui, sederhan berarti tidak berlebihan, hidup sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, secukupnya dan tidak ...