Hari Kesetiaan
By M. Wahyu Sampurno, S.Ak
Manusia merupakan makhluk tuhan dimuka bumi yang paling sempurna, Allah menciptakan manusia dengan banyak kelebihan yang mendukung manusia dalam beribadah. Allah ciptakan manusia dengan otak yang sehat sehingga bisa berfikir dibandingkan Binatang, Allah ciptakan manusia mempunyai panca indara, bahkan Allah jamin kehidupan manusia sela ia hidup di muka bumi. Itu semua Adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba Nya. Maka sudah selayaknya seorang hamba membalas cinta kepada tuhanNya dan setia terhadap Nya.
Allah
SWT tidak pernah berpaling dari manusia, diberikannya segala yang dibutuhkan
dan diminta oleh manusia, bahkan ada beberapa hal yang tidak pernah dilantunkan
dalam do’a seoraang hamba Allah tetap berikan dengan kualitas yang baik. Sebagai
contoh Allah selalu buat jantung manusia berdetak, pembuluh darah yang terus
mengalir, organ tubuh dalam yang berfungsi dengan baik, meskipun itu semua
tidak pernah terlantut dalam do’a, Allah selalu berikan dengan kualitas yang
baik. Itulah maha baiknya Allah SWT kepada setiap hambanya.
Segala
yang ada pada diri kita Adalah milik Allah, baik yang berwujud dan tidak
berwujud, seperti harta, keluarga, keturunan, kendaraan, dll. Hari raya qurban
merupakan hari Dimana manusia membuktikan kesetiaan Nya kepada Allah. Allah
memerintahkan untuk mengeluarkan harta terbaik nya yang akan dibagikan kepada
hamba – hamba yang lain dengan penuh keikhlasan dan senang hati. Manusia
mempersembahkan hewan qurban yang harganya tidak murah dan tidak semua orang
mampu, kemudian disembelih dan dibagikan kepada hamba – hamba Allah disekelilingnya.
Itu Adalah wujud bahwa manusia tidak boleh serakah atas apa yang dimilikinya, sejatinya
yang ada pada dirinya Adalah milik Allah. Ketika Allah perintahkan ia untuk
mengeluarkannya maka harus ia keluarkan.
Serta
dengan penyembelihan hewan qurban juga bisa dimaknai sebagai pembinasaan atas
sifat – sifat hewani yang ada pada diri kita, seperti serakah, egois,
pembohong, sombong, kikir, dll. Bersmaan dengan hari raya qurban, jamaah haji
sedang wukuf di Arafah, mereka semua merenungi segala dosa – dosa yang sudah ia
perbuat selama hidup dimuka bumi, mereka juga merenungi nikmat – nikmat Allah
yang sudah diberikan kepadanya, kemudian ia memohon ampunan dan bersyukur
kepada Allah. sehingga mereka pulang dari haji dengan keadaan diri sudah bersih
dari dosa. Kita yang belum bisa melaksanakan ibadah haji hendaknya juga
berusaha memohon ampunan Allah Ketika hari Arafah, kemudian membuang sifat –
sifat buruk yang ada pada diri kita.
Manusia
yang baik dan tahu diri hendaknya tidak lupa untuk membalas budi, khususnya
balas budi kepada Allah, karena Allah sudah memberikan nikmat yang tidak terhitung
banyaknya.
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ
اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya : Jika kamu
menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( An-Nahl 18)
Allah memberikan
nikmat kepada hambanya tidak perhitungan, maka hamba juga membalasnya tidak
boleh perhitungan. Nikmat bukan hanya dalam bentuk materi atau harta, termasuk
juga Kesehatan, hubungan yang baik, pertemanan yang sehat, nikmat dan semangat
ibadah, dll. Seorang hamba hendaknya setia dengan tuhannya dengan taat kepada
Nya, menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang,
sehingga seorang hamba akan dicintai oleh Allah dan menjadi kekasih Allah
#Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar