The Glory Of Youth
By : M. Wahyu Sampurno, S.Ak
Masa muda Adalah masa Dimana seseorang berada dalam
puncak prima dan energik untuk bergerak dan berjuang. Fase Dimana siap untuk
memberikan dampak yang nyata bagi khalayak dan dirinya. Fase untuk berdedikasi,
berkarya dan berproduktifitas yang gemilang. Seperti matahari pada siang hari
yang memberikan sinar dan energinya secara maksimal.
Orang
– orang yang mengikuti Nabi musa merupakan para pemuda ( QS. Yunus 83). Pemuda yang setia mengikuti nabi musa yaitu Yusya’ bin
Nun. Beliau mendampingi musa untuk menemui Nabi khidir AS (QS. AL Kahfi 60).
Nabi Khidir merupakan hamba Sholeh yang dikaruniai ilmu laduni (diajarkan oleh
Allah langsung), mayoritas ulama berpendapat beliau bukan hanya seorang wali
tapi seorang nabi. Beliau juga disebut “orang hijau” karena mendatangkan
kehijauan / kesuburan ditanah yang kering. Alasan nabi musa menemui nabi khidir
yaitu sebagai teguran dari Allah karena ia merasa paling berilmu padahal masih
ada nabi khidir yang lebih berilmu dari pada nabi musa, serta beliau ingin
belajar kepada nabi khidir.
Yusya’
bin nun sendiri merupakan keturunan yusuf bin ya’qub, beliau merupakan pemuda
yang mendapatakan amanat untuk meneruskan kepemimpinan setelah wafatnya nabi
Musa. Ia memimpin pasukan Bani Israel untuk menaklukan Baitul maqdis, dan
diberikan mu’jizat untuk menahan matahari agar tidak terbenam sehingga
peperangan bisa selesai sebelum hari sabtu (hari dilarang untuk perang).
Ashabul
Kahfi yang juga merupakan para pemuda (QS. Al-Kahfi 9). Ashabul Kahfi merupakan sosok pemuda
beriman (tujuh orang) yang tertidur didalam gua selama 309 tahun atas kehendak
Allah untuk menjaga akidahnya. Mereka pergi ke dalam gua untuk menolak perintah
raja dikyanus untuk menyembah berhala. Lokasi gua terletak di Yordania. Mereka
merupakan symbol bahwa orang yang teguh mempertahankan keimanannya kepada
Allah, akan dijaga dan dibantu oleh Allah.
Nabi
Ibrahim berusia muda Ketika menghancurkan berhala (Al-Anbiya’ 60). Ayah
nabi ibrahim merupakan pembuat patung dan juga menyembah berhala. Beliau masuk
kedalam tempat ibadah dan menghancurkan patung – patung kecil, kemudian
meletakkan kapak dileher patung besar seakan – akan patung itu yang melakukan.
Kemudian raja Namrud marah dan memerintahkan agar nabi Ibrahim dibakar hidup –
hidup, tapi Allah selamatkan dengan api tersebut dibuat terasa dingin. Begitu
agungnya mukjizat yang Allah berikan bagi yang teguh menegakkan keimanannya
kepada Allah.
Nabi
Ismail yang siap dikorbankan di usia muda. Ketika nabi Ibrahim menyampaikan
kepada ismail terkait perintah Allah dalam mimpi untuk menyembelihnya, dengan
Ikhlas dan tawakkal nabi ismail menerima dan mau disembelih jika itu Adalah
perintah dari Allah ( Ash Shaffat 102 ). Ketika pisau sudah berada di leher,
Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk menggantikannya dengan domba
jantan besar, yang sekarang disyariatkan sebagai hari raya Qurban. Hikmahnya
Adalah qurban merupakan wujud ketaatan akan perintah Allah, Allah tidak
menerima darah dari hewan qurban tetapi ketakwaan dari hambanya.
Nabi
Yusuf yang tidak tergoda dengan godaan Wanita dan merupakan pemuda yang jujur.
Saat itu nabi Yusuf Adalah pemuda yang kuat dan tampan, ia digoda oleh Zulaikah
yang bukan sembarang Wanita, melainkan ia Adalah Perempuan berparas cantik dan
berkedudukan tinggi. Godaan yang diberikan kepada nabi Yusuf bukan hanya secara
isyarat tapi secara verbal. Namun nabi Yusuf menolak dan menyatakan berlindung
kepada Allah. Ketika ia keluar dan berpapasan dengan suami Zulaikha, didapati
baju belia sobek bagian belakang yang membuktikan bahwa nabi Yusuf dipaksa dan
ditarik, sehingga tampak yang salah Adalah Zulaikha. Begitulah bukti hamba yang
kuat iman dan takwanya kepada Allah, maka Allah berikan perlindungan dan tunjukkan
kebenarannya.
Hadits nabi tentang 7 golongan yang dinaungi Allah
pada yaumil akhir :
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ
النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ
فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ
نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ،
وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ،
وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ
أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ
شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ
عَيْنَاهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak
ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang
tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung
ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya
berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak
berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia
berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang
bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan
kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang
yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
Menjadikan islam sebagai gaya hidup
Saat ini anak muda identik dengan gaya hidup yang
konsumtif dan serba cepat yang banyak dipengaruhi oleh teknologi dan media
social. Gaya hidup Adalah cara atau pola seseorang dalam menjalani kehidupan
sehari – hari yang mencakup bagaimana ia menghabiskan waktu, mengatur uang,
interaksi, berpenampilan, interaksi social dan bakat serta minatnya. Sebagai
muslim seharusnya bergaya hidup sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah.
Maka islam memberikan pedoman hidup yaitu Al-Qur’an
dan sunnah sebagai tuntunan dalam menjalani kehidupan didunia. Dalam islam ilmu
tidak hanya mengajarkan pengetahuan tetapi juga mengajarkan aksi nyata. Ilmu yang
dipelajari menghasilkan iman dan amal, bukan sekedar menghasilkan suara dan fikiran.
Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang menggerakkan hati untuk lebih beramal
baik.
Seorang muslim yang sejati yaitu mereka yang
mengamalkan apapun yang dipelajarinya, seperti belajar sabar maka mencoba untuk
bersikap sabar, belajar akhlak terpuji maka mencoba untuk berakhlak terpuji,
belajar tentang halal haram maka mencoba untuk mengkonsumsi yang halal dan
menjauhi yang haram, sehingga hari – hari nya menjadi lebih baik dan lebih baik
lagi.
Islam mengajarkan tentang kebersihan, kedisiplinan, kedamaian, kebersamaan menutup aurat, taat dan hal – hal baik lainnya, tetapi masih banyak muslim dinegara kita yang tidak mencerminkan keislaman itu, artinya gaya hidupnya belum Islami. Maka sebagai pemuda yang merupakan generasi penerus bukan penikmat apalagi penghancur harus bisa menegakkan nilai – nilai islam yang ada dalam Al-Qur’an agar islam tidak pudar di kemudian hari.
Norma - norma kemenangan
Kemenangan yang dimaksud disini yaitu
terbukanya hidayah, sehingga hidupnya berisi ketaatan kepada Allah, sehingga Allah
berika keberhasilan dan kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat. Berikut
norma kemenangan :
Norma Ke – 1 : Kemenangan berasal
dari Allah ( Ali Imron 160)
اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْۚ
وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ ١٦٠
Jika Allah menolongmu, tidak ada yang (dapat)
mengalahkanmu dan jika Dia membiarkanmu (tidak memberimu pertolongan), siapa
yang (dapat) menolongmu setelah itu? Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah
saja orang-orang mukmin bertawakal.
Allah akan memberikan pertolongan kepada yang dikehendakiNya,
Apabila Allah sudah memberikan kemenangan maka tidak ada yang bisa mengalahkan,
sebaliknya Ketika Allah menghendaki kekalahan tidak akan ada yang mampu
menolongnya.
Norma Ke-2 : Allah akan memberikan kemenangan kepada yang menolong agama Allah
(Muhammad 7)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا
اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ٧
Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong
(agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Allah
SWT berjanji dalam kitabnya bahwa siapapun yang menolong agama Allah, maka Allah
akan memberinya pertolongan, maka pertolongan Allah itulah yang membuat kita
menang diatas segala makhluknya dimuka bumi ini.
Yang
dimaksud menolong agama Allah Adalah berusaha untuk mempelajari, mengamalkan, menjaga
dan menegakkan nilai – nilai islam yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Sehingga
nilai – nilai tersebut tidak pudar apalagi hilang.
Norma Ke-3 : Kemenangan ada dipihak orang – orang beriman dan Bersama mereka (
At-Taubah 26)
ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَنْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا
وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ ٢٦
Kemudian, Allah menurunkan ketenangan (dari)-Nya
kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, serta menurunkan bala tentara
yang kamu tidak melihatnya, juga menyiksa orang-orang yang kafir. Itulah
balasan terhadap orang-orang kafir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar