Jumat, 15 Mei 2026

The Glory Of Youth

 

The Glory Of Youth

By : M. Wahyu Sampurno, S.Ak

Masa muda Adalah masa Dimana seseorang berada dalam puncak prima dan energik untuk bergerak dan berjuang. Fase Dimana siap untuk memberikan dampak yang nyata bagi khalayak dan dirinya. Fase untuk berdedikasi, berkarya dan berproduktifitas yang gemilang. Seperti matahari pada siang hari yang memberikan sinar dan energinya secara maksimal.

            Orang – orang yang mengikuti Nabi musa merupakan para pemuda ( QS. Yunus 83). Pemuda yang setia mengikuti nabi musa yaitu Yusya’ bin Nun. Beliau mendampingi musa untuk menemui Nabi khidir AS (QS. AL Kahfi 60). Nabi Khidir merupakan hamba Sholeh yang dikaruniai ilmu laduni (diajarkan oleh Allah langsung), mayoritas ulama berpendapat beliau bukan hanya seorang wali tapi seorang nabi. Beliau juga disebut “orang hijau” karena mendatangkan kehijauan / kesuburan ditanah yang kering. Alasan nabi musa menemui nabi khidir yaitu sebagai teguran dari Allah karena ia merasa paling berilmu padahal masih ada nabi khidir yang lebih berilmu dari pada nabi musa, serta beliau ingin belajar kepada nabi khidir.

            Yusya’ bin nun sendiri merupakan keturunan yusuf bin ya’qub, beliau merupakan pemuda yang mendapatakan amanat untuk meneruskan kepemimpinan setelah wafatnya nabi Musa. Ia memimpin pasukan Bani Israel untuk menaklukan Baitul maqdis, dan diberikan mu’jizat untuk menahan matahari agar tidak terbenam sehingga peperangan bisa selesai sebelum hari sabtu (hari dilarang untuk perang).

            Ashabul Kahfi yang juga merupakan para pemuda (QS. Al-Kahfi 9).  Ashabul Kahfi merupakan sosok pemuda beriman (tujuh orang) yang tertidur didalam gua selama 309 tahun atas kehendak Allah untuk menjaga akidahnya. Mereka pergi ke dalam gua untuk menolak perintah raja dikyanus untuk menyembah berhala. Lokasi gua terletak di Yordania. Mereka merupakan symbol bahwa orang yang teguh mempertahankan keimanannya kepada Allah, akan dijaga dan dibantu oleh Allah.

            Nabi Ibrahim berusia muda Ketika menghancurkan berhala (Al-Anbiya’ 60). Ayah nabi ibrahim merupakan pembuat patung dan juga menyembah berhala. Beliau masuk kedalam tempat ibadah dan menghancurkan patung – patung kecil, kemudian meletakkan kapak dileher patung besar seakan – akan patung itu yang melakukan. Kemudian raja Namrud marah dan memerintahkan agar nabi Ibrahim dibakar hidup – hidup, tapi Allah selamatkan dengan api tersebut dibuat terasa dingin. Begitu agungnya mukjizat yang Allah berikan bagi yang teguh menegakkan keimanannya kepada Allah.

            Nabi Ismail yang siap dikorbankan di usia muda. Ketika nabi Ibrahim menyampaikan kepada ismail terkait perintah Allah dalam mimpi untuk menyembelihnya, dengan Ikhlas dan tawakkal nabi ismail menerima dan mau disembelih jika itu Adalah perintah dari Allah ( Ash Shaffat 102 ). Ketika pisau sudah berada di leher, Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk menggantikannya dengan domba jantan besar, yang sekarang disyariatkan sebagai hari raya Qurban. Hikmahnya Adalah qurban merupakan wujud ketaatan akan perintah Allah, Allah tidak menerima darah dari hewan qurban tetapi ketakwaan dari hambanya.

            Nabi Yusuf yang tidak tergoda dengan godaan Wanita dan merupakan pemuda yang jujur. Saat itu nabi Yusuf Adalah pemuda yang kuat dan tampan, ia digoda oleh Zulaikah yang bukan sembarang Wanita, melainkan ia Adalah Perempuan berparas cantik dan berkedudukan tinggi. Godaan yang diberikan kepada nabi Yusuf bukan hanya secara isyarat tapi secara verbal. Namun nabi Yusuf menolak dan menyatakan berlindung kepada Allah. Ketika ia keluar dan berpapasan dengan suami Zulaikha, didapati baju belia sobek bagian belakang yang membuktikan bahwa nabi Yusuf dipaksa dan ditarik, sehingga tampak yang salah Adalah Zulaikha. Begitulah bukti hamba yang kuat iman dan takwanya kepada Allah, maka Allah berikan perlindungan dan tunjukkan kebenarannya.

Hadits nabi tentang 7 golongan yang dinaungi Allah pada yaumil akhir :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

 

Menjadikan islam sebagai gaya hidup

Saat ini anak muda identik dengan gaya hidup yang konsumtif dan serba cepat yang banyak dipengaruhi oleh teknologi dan media social. Gaya hidup Adalah cara atau pola seseorang dalam menjalani kehidupan sehari – hari yang mencakup bagaimana ia menghabiskan waktu, mengatur uang, interaksi, berpenampilan, interaksi social dan bakat serta minatnya. Sebagai muslim seharusnya bergaya hidup sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah.

Maka islam memberikan pedoman hidup yaitu Al-Qur’an dan sunnah sebagai tuntunan dalam menjalani kehidupan didunia. Dalam islam ilmu tidak hanya mengajarkan pengetahuan tetapi juga mengajarkan aksi nyata. Ilmu yang dipelajari menghasilkan iman dan amal, bukan sekedar menghasilkan suara dan fikiran. Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang menggerakkan hati untuk lebih beramal baik.  

Seorang muslim yang sejati yaitu mereka yang mengamalkan apapun yang dipelajarinya, seperti belajar sabar maka mencoba untuk bersikap sabar, belajar akhlak terpuji maka mencoba untuk berakhlak terpuji, belajar tentang halal haram maka mencoba untuk mengkonsumsi yang halal dan menjauhi yang haram, sehingga hari – hari nya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Islam mengajarkan tentang kebersihan, kedisiplinan, kedamaian, kebersamaan menutup aurat, taat dan hal – hal baik lainnya, tetapi masih banyak muslim dinegara kita yang tidak mencerminkan keislaman itu, artinya gaya hidupnya belum Islami. Maka sebagai pemuda yang merupakan generasi penerus bukan penikmat apalagi penghancur harus bisa menegakkan nilai – nilai islam yang ada dalam Al-Qur’an agar islam tidak pudar di kemudian hari.


Norma - norma kemenangan

            Kemenangan yang dimaksud disini yaitu terbukanya hidayah, sehingga hidupnya berisi ketaatan kepada Allah, sehingga Allah berika keberhasilan dan kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat. Berikut norma kemenangan :

Norma Ke – 1 : Kemenangan berasal dari Allah ( Ali Imron 160)

اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ ۝١٦٠

Jika Allah menolongmu, tidak ada yang (dapat) mengalahkanmu dan jika Dia membiarkanmu (tidak memberimu pertolongan), siapa yang (dapat) menolongmu setelah itu? Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Allah akan memberikan pertolongan kepada yang dikehendakiNya, Apabila Allah sudah memberikan kemenangan maka tidak ada yang bisa mengalahkan, sebaliknya Ketika Allah menghendaki kekalahan tidak akan ada yang mampu menolongnya.

 

Norma Ke-2 : Allah akan memberikan kemenangan kepada yang menolong agama Allah (Muhammad 7)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ۝٧

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

            Allah SWT berjanji dalam kitabnya bahwa siapapun yang menolong agama Allah, maka Allah akan memberinya pertolongan, maka pertolongan Allah itulah yang membuat kita menang diatas segala makhluknya dimuka bumi ini.

            Yang dimaksud menolong agama Allah Adalah berusaha untuk mempelajari, mengamalkan, menjaga dan menegakkan nilai – nilai islam yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Sehingga nilai – nilai tersebut tidak pudar apalagi hilang.

 

Norma Ke-3 : Kemenangan ada dipihak orang – orang beriman dan Bersama mereka ( At-Taubah 26)

ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَنْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ ۝٢٦

Kemudian, Allah menurunkan ketenangan (dari)-Nya kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, serta menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya, juga menyiksa orang-orang yang kafir. Itulah balasan terhadap orang-orang kafir.

 

Tidak ada komentar:

Hari Kesetiaan

Hari Kesetiaan By M. Wahyu Sampurno, S.Ak                    Manusia merupakan makhluk tuhan dimuka bumi yang paling sempurna, Allah mencipt...